MTsN 2 Ngawi Gelar Workshop Pembelajaran PjBL

Ngawi – MTsN 2 Ngawi menggelar Workshop Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) bagi guru pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Bagus Mustakim, M.S.I., selaku Pengawas PAIS Kementerian Agama Kabupaten Ngawi. Workshop yang diikuti oleh seluruh dewan guru MTsN 2 Ngawi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek....

Siswa MTsN 2 Ngawi Lolos OMI, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

Para siswa MTsN 2 Ngawi berpose bersama guru dan pembimbing setelah diumumkan lolos OMI tingkat satuan pendidikan. MTs Negeri 2 Ngawi kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Sejumlah peserta didiknya berhasil lolos dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Satuan Pendidikan dan akan mewakili madrasah ke ajang tingkat Kabupaten Ngawi tahun 2025. Dalam momen perayaan yang...

MTsN 2 Ngawi Gelar Jalan Bahagia Bersama Maestro, dengan Hadiah Utama 2 Unit Sepeda Listrik

Ngawi — MTsN 2 Ngawi sukses menggelar acara Jalan Bahagia Bersama Maestro pada Sabtu, 18 Januari 2025. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai SD dan MI se-Kecamatan Pangkur. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda istimewa dalam rangka Menyambut Milad ke- 57 MTsN 2 Ngawi dan mempererat tali silaturahmi sekaligus mempromosikan MTsN 2 Ngawi kepada masyarakat sekitar.

MTsN 2 Ngawi Raih Juara 2 Kategori Madrasah Terpopuler di Ajang Madrasah Award 2024

Ngawi – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh MTsN 2 Ngawi yang berhasil meraih Juara 2 dalam kategori "Madrasah Terpopuler" pada ajang bergengsi Madrasah Award 2024. Piala penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi KH. SUROTO S. Ag, M.Pd.I, kepada Kepala Madrasah, Drs. Danu Wibowo, dalam acara yang berlangsung di Gedung Al Falah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi, pada Rabu (22/01/2024).

MTsN 2 Ngawi Raih Juara 2 Kategori Madrasah Terpopuler di Ajang Madrasah Award 2024

Ngawi – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh MTsN 2 Ngawi yang berhasil meraih Juara 2 dalam kategori "Madrasah Terpopuler" pada ajang bergengsi Madrasah Award 2024. Piala penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi KH. SUROTO S. Ag, M.Pd.I, kepada Kepala Madrasah, Drs. Danu Wibowo, dalam acara yang berlangsung di Gedung Al Falah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi,...

Tampilkan postingan dengan label Kurikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2026

Haru dan Penuh Makna, MTsN 2 Ngawi Gelar Akhirussanah Kelas 9 Tahun 2026

MTsN 2 Ngawi menggelar kegiatan Akhirussanah bagi siswa kelas 9 pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan haru tersebut dihadiri oleh seluruh murid kelas 9, orang tua/wali murid, bapak ibu guru, serta tenaga kependidikan MTsN 2 Ngawi.

Acara Akhirussanah menjadi momentum penting sebagai tanda berakhirnya masa belajar murid kelas 9 di bangku Madrasah Tsanawiyah. Dengan suasana yang penuh kebanggaan dan kebersamaan, rangkaian kegiatan berlangsung lancar sejak awal hingga akhir acara.

Salah satu prosesi utama dalam kegiatan ini adalah penyematan tanda tamat program belajar kepada seluruh murid kelas 9. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi bahwa para murid telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di MTsN 2 Ngawi. Momen tersebut berlangsung penuh rasa bangga dan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, madrasah juga memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi melalui pembacaan murid berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Penghargaan diberikan sebagai bentuk motivasi dan penghormatan atas kerja keras, dedikasi, serta pencapaian murid selama menempuh pendidikan di madrasah.

Suasana haru semakin terasa saat pembacaan persembahan puisi yang dikolaborasikan dengan penampilan paduan suara Tsabda Voice MTsN 2 Ngawi. Penampilan tersebut berhasil menyentuh hati para hadirin dengan lantunan puisi dan lagu yang menggambarkan perjalanan, perjuangan, serta rasa terima kasih para murid kepada guru dan orang tua.

Puncak acara ditutup dengan prosesi Ekspresi Panca Cinta, yaitu momen ketika para murid kelas 9 mempersembahkan bunga kepada orang tua mereka yang hadir di acara tersebut. Dengan penuh haru, para siswa menyampaikan rasa cinta, hormat, dan terima kasih atas doa serta perjuangan orang tua selama mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Banyak orang tua tampak meneteskan air mata haru ketika menerima bunga dari putra-putri mereka. Suasana penuh emosional tersebut menjadi penutup yang sangat berkesan dalam kegiatan Akhirussanah tahun ini.

Melalui kegiatan Akhirussanah ini, MTsN 2 Ngawi berharap para lulusan kelas 9 dapat terus melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan semangat, akhlak yang baik, serta membawa nama baik madrasah di masa depan.

Meriah dan Penuh Kreativitas, MTsN 2 Ngawi Gelar Pentas Seni 2026

MTsN 2 Ngawi menggelar kegiatan Pentas Seni (Pensi) pada Selasa, 12 Mei 2026 dengan meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah tersebut diikuti oleh perwakilan kelas mulai dari kelas 7A hingga 9F. Sebanyak 19 penampilan berhasil memukau seluruh warga madrasah yang hadir menyaksikan acara.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala MTsN 2 Ngawi, Drs. Danu Wibowo. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang telah menyiapkan penampilan terbaiknya. Beliau juga berharap kegiatan pentas seni dapat menjadi wadah untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta rasa percaya diri para siswa.

Beragam penampilan seni tradisional maupun modern ditampilkan secara bergantian dengan penuh semangat. Adapun penampilan yang memeriahkan kegiatan Pentas Seni MTsN 2 Ngawi antara lain:

  1. 8F – Tari Gambyong
  2. 9C – Tari Rancak Engklek
  3. 7E – Tari Damar Mesunar
  4. 9F – Dance Fortune Cookie JKT 48
  5. 7B – Dai/Berpidato
  6. 8C – Pencak Silat
  7. 9E – Pencak Silat
  8. 7C – Tari Paris Berantai
  9. 8E – Tari Sri Tanjung Gemirang
  10. 9D – Musical Drama “Tulus”
  11. 7D – Sambung Lagu
  12. 7A – Karaoke
  13. 8D – Tari Wening Sukma
  14. 8G – Tari Citra Resmi
  15. 9A – Kala Senjata Bersilat
  16. 7F – Karaoke
  17. 8A – Tari Semarang Hebat
  18. 8B – Tari Sintren
  19. 9B – Barongan

Seluruh penampilan mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para penonton. Suasana semakin semarak ketika penampilan tari tradisional, pencak silat, hingga drama musikal berhasil menghibur seluruh warga madrasah.

Kegiatan Pentas Seni ini menjadi salah satu ajang bagi siswa untuk menampilkan potensi dan bakat di bidang seni serta budaya. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kekompakan antarkelas dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.

Acara Pentas Seni MTsN 2 Ngawi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang tampil sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan penampilan terbaik yang telah ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

Jumat, 08 Mei 2026

Keputrian #12 Menjaga Kesehatan Mental

Jumat, 8 Mei 2026

Ngawi, 08 Mei 2026 — MTsN 2 Ngawi kembali menggelar kegiatan keputrian yang dirangkaikan dengan sholat dzuhur berjama’ah pada Jumat, 08 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh khidmad dan diikuti oleh seluruh siswi MTsN 2 Ngawi di Aula Abu Bakar.

Pada kesempatan kali ini, kegiatan keputrian mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Mental”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk perhatian madrasah terhadap pentingnya kesehatan mental bagi para remaja, khususnya para siswi dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari maupun proses belajar di sekolah.

Materi disampaikan oleh Ibu Dimas Riska Fariha, S.Psi yang memberikan tausiyah sekaligus motivasi kepada para peserta. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para siswi untuk lebih mengenali diri sendiri, menjaga pikiran tetap positif, serta tidak ragu untuk berbagi cerita dan mencari solusi ketika menghadapi tekanan ataupun masalah.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Selain mendapatkan ilmu dan motivasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan spiritual bagi para siswi.

Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat dzuhur berjama’ah. Seluruh peserta mengikuti ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Melalui kegiatan keputrian rutin ini, MTsN 2 Ngawi berharap para siswi dapat tumbuh menjadi generasi muslimah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang sehat, kuat, dan berakhlakul karimah.

Kamis, 16 April 2026

Perawatan TOGA dan Panen Raya Sayuran di Kebun MTsN 2 Ngawi

#BeritaMaestro

Jumat, 10 April 2026

Optimis Juara! 10 Siswa Terbaik MTsN 2 Ngawi Ikuti OLIMPABA Jawa Timur

Ngawi, 11 April 2026

MTsN 2 Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dengan mengirimkan perwakilan terbaik dalam ajang Olimpiade Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab (Olimpaba) Jawa Timur tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui madrasah masing-masing.

Sebanyak 10 siswa terbaik MTsN 2 Ngawi turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini. Mereka telah melalui proses seleksi dan pembinaan secara intensif untuk dapat bersaing di tingkat provinsi.

Adapun daftar peserta yang mewakili MTsN 2 Ngawi dalam Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (Olimpaba) adalah sebagai berikut:

  • Sejarah Kebudayaan Islam (SKI): Kasifa Aulia Putri (8D) dan Alfina Nur Azizah (8E)
  • Fiqih: Faiz Akif Nugraha (8G) dan Muhammad Husaln Al Bukhori (8C)
  • Qur'an Hadits (Qurdits): Ardiansyah Rizal Maulana (8F) dan Habibah Rohmatul Alawiyah (8G)
  • Bahasa Arab: Arsyta Adi Putri (8G) dan Karima U'baidillah (8D)
  • Akidah Akhlak: Tania Dwi Novianti (8B) dan Aretina Dinara Zulfa (8B)

Pelaksanaan Olimpaba secara daring tidak menyurutkan semangat para peserta. Dengan fasilitas yang telah disiapkan oleh madrasah, para siswa mengikuti lomba dengan penuh kesungguhan dan percaya diri.

Pihak madrasah memberikan dukungan penuh kepada seluruh peserta, dengan harapan dapat meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama MTsN 2 Ngawi.

Melalui ajang ini, diharapkan para siswa dapat mengembangkan potensi akademik, khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, serta meningkatkan semangat berkompetisi secara sehat.

Keputrian #11 Menjadi Perempuan Elegan

Kegiatan Keputrian MTsN 2 Ngawi

Keputrian MTsN 2 Ngawi: Menjadi Perempuan yang Elegan

Jumat, 10 April 2026

Kegiatan keputrian kembali dilaksanakan oleh MTsN 2 Ngawi pada Jumat, 10 April 2026 bertempat di Aula Abu Bakar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa putri, ibu guru, serta karyawan perempuan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kepribadian bagi peserta didik.

Pada kesempatan kali ini, tausiyah disampaikan oleh Ibu Riawati, S.Pd yang mengangkat tema “Perempuan yang Elegan”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa perempuan elegan tidak hanya terlihat dari penampilan luar, tetapi juga dari sikap, tutur kata, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga mengajak para siswi untuk senantiasa menjaga kehormatan diri, bersikap santun, serta mampu menempatkan diri dengan baik di berbagai situasi. Selain itu, pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam berperilaku menjadi salah satu poin utama yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Suasana aula tampak khidmat saat materi disampaikan, mencerminkan kesungguhan para siswi dalam menyerap ilmu yang diberikan.

Seperti kegiatan keputrian pada umumnya, acara kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Dzuhur berjamaah. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat keimanan serta membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah.

Melalui kegiatan keputrian ini, diharapkan seluruh siswa putri MTsN 2 Ngawi dapat menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang elegan, santun, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kamis, 02 April 2026

Istighosah Menyambut TKA MTsN 2 Ngawi

Istighosah Sambut TKA, Siswa Kelas IX MTsN 2 Ngawi Siapkan Mental dan Spiritual

Ngawi — Dalam rangka menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar pada pekan depan, MTsN 2 Ngawi mengadakan kegiatan istighosah sebagai upaya mempersiapkan mental dan spiritual peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Abu Bakar MTsN 2 Ngawi dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX.

Istighosah berlangsung dengan khidmat, di mana para siswa bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran, kemudahan, serta hasil terbaik dalam menghadapi TKA. Suasana religius yang tercipta diharapkan mampu menenangkan hati serta meningkatkan rasa percaya diri para siswa.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kesiapan batin siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek spiritual. Dengan bekal doa dan ketenangan hati, diharapkan para siswa dapat menghadapi ujian dengan lebih fokus dan optimal.

Usai pelaksanaan istighosah, kegiatan dilanjutkan dengan momen penuh haru, yakni meminta restu kepada bapak dan ibu guru di kelas masing-masing. Para siswa secara bergantian bersalaman dan memohon doa restu sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar mendapatkan keberkahan dalam menempuh ujian.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar MTsN 2 Ngawi dalam mendampingi siswa menghadapi TKA, tidak hanya melalui pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritualitas.

Selasa, 17 Maret 2026

KULTUM RAMADHAN #6 Berbakti Kepada Orang Tua

Assalamu alaikum, Wr, Wb

انَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Sahabat Maestro TV yang dirahmati Allah SWT Di dalam kehidupan kita di dunia ini, ada sosok Manusia yang mempunyai peran sangat penting dan begitu dekat dengan kehidupan kita. Allah SWT telah berfirman dalam Surat Al Isro’ ayat : 23 :

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ
Yang artinya : Dan Allah ( Tuhanmu ), telah memutuskan / menetapkan, Jangan kamu menyembah selain kepadanya, dan berbaktilah kepada kedua orang tua. Bila kita perhatikan dari ayat tersebut, ada 2 point penting yang disampaikan :

Pertama, Perintah untuk selalu beribadah hanya kepada Allah, Kedua perintah untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua. Allah setelah itu orang tua. Begitu tinggi kedudukan kedua Orang tua, sampai dirangkaikan bersamaan perintah hanya menyembah kepada Allah SWT. Lalu Orang tua adalah Bapak dan Ibu. Keduanya mempunyai peranan yang sangat besar, sejak lahirnya kita ke Alam dunia ini, sampai kita meningkat menjadi anak2, Remaja, Dewasa, Bapak misalnya kita lihat, sibuk mencari nafkah, ia pergi pagi pulang sore, peras keringat, Banting tulang, karena kita adalah harapan mereka agar anaknya kelak hidup lebih baik dari ia sekarang ini. Seolah2 ia berkata ayahmu nak, biarlah kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, asal kau kelak jadi orang. Yang kadang-kadang setelah kita ini jadi orang, sering lupa laksana kacang lupa akan kulitnya. Sehingga boleh jadi orang lalu berkata kalua orang tua kaya, anak jadi Raja, kalua Anak kaya, orang tua sering jadi budak. Hal seperti inilah yang tidak sesuai dengan perintah Allah

وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ
dan berbaktilah kepada kedua orang tua.

Sahabat Maestro TV yang dirahmati Allah SWT Apalagi Seorang Ibu, dialah yang lebih banyak menemani kita. Pantas kalua disuatu saat Nabi di tanya orang : Ya Rosul, Siapa sih yang harus paling saya taati didunia ini ? Ibumu, ditanya yang kedua jawabnnya sama Ibumu, lanjut pertanyaan yg ketiga yang sama, jawabannya juga sama Ibumu. Setelah itu, siapa Ya rasul ? Bapakmu.Ibu, Ibu, Ibu baru Bapak. Tiga berbanding Satu. Kenapa harus begitu, kita lihat seorang ibu, sejak proses kehamilannya istilah Al-qur’an :

حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ
dia mengandung kita dalam keberatan yang bertumpuk diatas keberatan. Berat kuadrat. Sampai ketika terjadi Proses kehamilan dari hari kehari hamilnya makin berat, makin lama makin besar, kemana-mana dibawa, belum pernah di taruh, ah ini berat, mau kepasar taruh sebentar, Tidak. Sampai saat melahirkannya, berhadapan dengan dua pilihan, kalua tidak hidup, mati. Sedangkan seorang ayah tidak pernah menghadapi masa-masa kritis seperti ini. Ketika anak sudah lahir, Ibulah menyusui, merawat, mengasuh, dan membesarkan putra putrinya sehingga menjadi anak yang mandiri dan bisa bermnfaat di dunia ini.

Dari uraian ini, apa sih sebenarnya kewajiban seorang anak kepada kedua orang tua, dengan kata lain, Bagaimana cara kita berbakti kepada kedua orang tua. Ada beberapa cara kita berbakti kepada kedua orang tua. Didalam al-qur’an disebutkan :

1. Berbicara yang baik kepada Kedua Orang Tua

فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا
Artinya: maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

2. Rendah hati Berbakti selanjutnya dapat kita lakukan dengan cara rendah hati di hadapan orang tua. Allah berfirman dalam Q.S Al-Isra’ ayat 24:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ
Artinya: “Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.”

3. Senantiasa mendoakan kedua orang tua Cara berbakti selanjutnya adalah mendoakan orang tua. Hal ini terdapat dalam lanjutan surat al-Isra’ ayat 24, Allah berfirman:

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya: "dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil'."

4. Merawat Orang Tua Di antara cara berbakti kepada kedua orang tua dalam hadits, disebutkan bahwa merawat orang tua adalah salah satu bentuk jihad. Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw lalu meminta izin untuk berjihad. Rasulullah saw bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ ‘Masih,’ jawabnya. Rasulullah saw mengatakan, ‘Pada (perawatan) keduanya, berjihadlah,’” (HR. Bukhari, An-Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

5. Senantiasa membahagiakan orang tua Orang tua telah membesarkan anaknya, dari bayi hingga ia dewasa. Tak ternilai kasih sayang dan pengorbanan mereka bagi anak-anaknya. Sudah seharusnya, sebagai anak, kita membahagiakan orang tua kita.

Sahabat Maestro TV yang dirahmati Allah SWT Apa Hikmah yang kita dapatkan ketika kita menjadi anak yang Berbakti kepada Orang Tua:

  • Mendapat Ridha Allah SWT
  • Menjadi Jalan Menuju Surga
  • Menjadi Sumber Keberkahan Hidup
  • Bentuk Syukur atas Jasa Mereka
  • Meningkatkan Kualitas Iman dan Akhlak
Mendapat Balasan Anak yang Saleh

Sahabat Maestro TV yang berbahagia. Marilah, kita Manfaatkan Moment dan kesempatan yang berharga di bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan ibadah, dzikir, dan doa di malam-malam terakhir Ramadhan dengan harapan kita mendapatkan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan petunjuk untuk senantiasa Istiqomah menjalankan Ibadah dibulan Suci Ramadlan yang penuh berkah ini. Terima kasih atas perhatian dan Kebersamaan sahabat Maestro dimanapun anda berada. Mohon maaf atas semua kekhilafan, semoga Allah SWT memberikan hidayah dan ampunan-Nya kepada kita semua. Aqulu qauli hadza wa astaghfirallahi li walakum, fastaghfiruhu innahu huwal ghafur rahim. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Rabu, 11 Maret 2026

Semakin Siap Menghadapi TKA April Mendatang

Ngawi – MTsN 2 Ngawi melaksanakan kegiatan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan TKA tahun 2026. Kegiatan ini digelar selama dua hari, yaitu pada Rabu hingga Kamis, 11–12 Maret 2026.

Gladi bersih dilaksanakan di Laboratorium Komputer 1 dan Laboratorium Komputer 2 MTsN 2 Ngawi dengan melibatkan sebanyak 126 peserta yang berasal dari siswa kelas IX.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 WIB dan rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WIB. Pembagian sesi ini dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan tertib dan memaksimalkan fasilitas laboratorium komputer yang tersedia.

Mata pelajaran yang diujikan dalam gladi bersih ini berfokus pada materi literasi dan numerasi. Selain untuk melatih kesiapan akademik siswa, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, khususnya perangkat komputer serta sistem ujian berbasis komputer yang akan digunakan pada pelaksanaan TKA mendatang.

Melalui kegiatan gladi bersih ini, diharapkan para siswa dapat lebih familiar dengan sistem ujian berbasis komputer sehingga dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik dengan lebih percaya diri dan optimal.

Pihak madrasah juga berharap seluruh rangkaian persiapan yang telah dilakukan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan TKA yang akan datang serta memberikan hasil terbaik bagi siswa MTsN 2 Ngawi.

Senin, 09 Maret 2026

KULTUM RAMADHAN #5 Ramadhan : Bulan Perbaikan Diri (Hijrah)

I. Mukadimah

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi bulan transformasi diri. Ia adalah madrasah ruhaniyah yang Allah siapkan untuk membentuk manusia bertakwa. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari gelap menuju cahaya, dari lalai menuju taat, dari dosa menuju ampunan.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(QS. البقرة: 183)

Makna utama Ramadhan adalah “لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ” — agar kamu menjadi orang bertakwa.

II. Hakikat Hijrah dalam Al-Qur’an

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

(HR. البخاري ومسلم)

Artinya: “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan apa yang Allah larang.”

Hadits ini menjelaskan bahwa hakikat hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari maksiat menuju ketaatan. Hijrah yang paling utama adalah hijrah hati dan perilaku.

قَالَ ابْنُ حَجَرٍ: أَيْ الْمُهَاجِرُ الْكَامِلُ هُوَ الَّذِي يَتْرُكُ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Ibnu Hajar menjelaskan: “Muhajir yang sempurna adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang.” (Fathul Bari)

Artinya, seseorang tidak cukup hanya mengaku berhijrah, tetapi harus nyata dalam meninggalkan dosa — baik dosa lisan, hati, maupun perbuatan.

وَقَالَ النَّوَوِيُّ: هَذَا بَيَانٌ لِأَنَّ الْهِجْرَةَ بَاقِيَةٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Imam An-Nawawi menjelaskan: “Hadits ini menunjukkan bahwa hijrah tetap ada hingga hari kiamat.”

Maksudnya, walaupun hijrah fisik dari Makkah ke Madinah telah selesai, tetapi hijrah dari maksiat menuju ketaatan akan terus berlaku sepanjang zaman.

1️⃣ Hijrah adalah Perintah Allah

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

(QS. العنكبوت: 69)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri di jalan Allah, maka Allah akan membukakan pintu hidayah dan taufik untuknya. Ramadhan adalah momentum jihad melawan hawa nafsu.

III. Ramadhan sebagai Madrasah Perbaikan Diri

1️⃣ Puasa Melatih Pengendalian Diri

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

(HR. البخاري)

Puasa adalah perisai. Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa puasa menjadi perisai dari dosa, syahwat, dan api neraka.

  • Lisan dari ghibah
  • Mata dari maksiat
  • Hati dari hasad

2️⃣ Ramadhan Bulan Ampunan

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

(HR. البخاري ومسلم)

Imam Al-Qurthubi رحمه الله menjelaskan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membuka lembaran baru kehidupan.

IV. Dimensi Hijrah Ramadhan

1️⃣ Hijrah Spiritual (Ruhiyah)

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا • وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

(QS. الشمس: 9–10)

Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa keberuntungan sejati adalah keberhasilan membersihkan jiwa dari dosa.

2️⃣ Hijrah Akhlak

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ

(HR. البخاري)

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebutkan bahwa puasa yang hakiki adalah puasa seluruh anggota tubuh dari maksiat.

3️⃣ Hijrah Sosial

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

(HR. أحمد)

Hijrah bukan hanya pribadi, tetapi juga memperbaiki hubungan sosial, mempererat silaturahim, dan membantu fakir miskin.

V. Tanda Hijrah Ramadhan Berhasil

  • Lebih menjaga shalat setelah Ramadhan
  • Al-Qur’an tetap dibaca
  • Maksiat mulai ditinggalkan
  • Hati lebih lembut
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

(QS. الرعد: 11)

Perubahan harus dimulai dari dalam diri.

Kamis, 05 Maret 2026

MTsN 2 Ngawi Ikuti TryOut Akbar TKA 2026 Gratis

Sebanyak 184 siswa MTsN 2 Ngawi mengikuti kegiatan TryOut Akbar TKA 2026 yang diselenggarakan secara gratis oleh Scola bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan pada hari ini, Jumat, 6 Maret 2026 diikuti oleh siswa kelas IX dan sebagian siswa kelas VIII sebagai bentuk persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Dari total peserta tersebut, sebanyak 126 siswa berasal dari kelas IX dan 58 siswa dari kelas VIII. Kegiatan tryout ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa sekaligus memberikan gambaran mengenai bentuk soal yang akan dihadapi pada pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.

Dalam tryout tersebut terdapat dua mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Para peserta diberikan waktu selama 2 jam untuk mengerjakan seluruh soal dari kedua mata pelajaran tersebut.

Pelaksanaan tryout dilakukan secara online. Sebagian besar siswa mengerjakan soal menggunakan telepon genggam (HP) masing-masing. Namun bagi siswa yang mengalami kendala perangkat atau jaringan, pihak madrasah menyediakan laptop milik madrasah agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti kegiatan dengan lancar.

Dengan mengikuti kegiatan TryOut Akbar ini, diharapkan para siswa MTsN 2 Ngawi dapat mengukur kemampuan akademik mereka serta semakin siap dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026.

Rabu, 04 Maret 2026

KULTUM RAMADHAN #4 Tiga Fase dalam Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan istimewa yang tidak sama dengan bulan-bulan lainnya. Rasulullah SAW menyebut bahwa Ramadhan terbagi menjadi tiga fase utama, yaitu: 1. 10 hari pertama: Rahmat (kasih sayang Allah) 2. 10 hari kedua: Maghfirah (ampunan Allah) 3. 10 hari terakhir: Itqun minan naar (pembebasan dari api neraka)

Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:

أوله رحمة، وأوسطه مغفرة، وآخره عتق من النار
“Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR. Al-Baihaqi)

Mari kita bahas satu per satu agar kita bisa memaksimalkan ibadah di setiap fasenya. Hadirin sekalian,
Sepuluh hari pertama Ramadhan adalah fase turunnya rahmat Allah. Rahmat berarti kasih sayang, kelembutan, dan kebaikan Allah yang dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya. Di fase ini, Allah membuka pintu kebaikan selebar-lebarnya. Setiap amal dilipatgandakan. Bahkan niat baik pun sudah bernilai pahala. Pada fase ini kita beradapasi baik secara fisik maupun mental, untuk menghadapi bulan ramadhan

Hadirin yang di Rahmati allah Memasuki sepuluh hari kedua, kita masuk fase maghfirah — ampunan dari Allah SWT. Jika di awal Allah melimpahkan rahmat, maka di pertengahan Ramadhan Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya. Nabi SAW bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang masuk Ramadhan lalu keluar darinya dalam keadaan belum diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi) Ini peringatan keras. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus — tapi momentum penghapusan dosa. Allah SWT berfirman:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ۝١٣٣
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (QS. Ali Imran: 133) Di fase ini, perbanyak:
  • Istighfar
  • Taubat sungguh-sungguh
  • Memohon maaf kepada sesama

Hadirin yang dimuliakan Allah, Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah fase paling istimewa. Inilah fase itqun minan naar — pembebasan dari api neraka. Di dalamnya terdapat Lailatul Qadar — malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). Rasulullah SAW ketika masuk 10 hari terakhir:
  • Mengencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh ibadah)
  • Menghidupkan malam
  • Membangunkan keluarga
  • I’tikaf di masjid

Doa yang paling dianjurkan pada malam-malam ini: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku (HR. Tirmidzi) Hadirin rahimakumullah, Jangan sampai Ramadhan berlalu, tapi:

  • Al-Qur’an tidak khatam
  • Dosa tidak diampuni
  • Hati tidak berubah
  • Akhlak tidak membaik

Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Wallahu a’lam bish shawab Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Senin, 02 Maret 2026

Siap Ikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), MTsN 2 Ngawi Gelar Simulasi

Ngawi – Dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), MTsN 2 Ngawi menggelar kegiatan simulasi TKA pada hari Rabu dan Kamis, 25–26 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 9 yang berjumlah 126 peserta.

Simulasi dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian tiga sesi setiap harinya. Pada masing-masing sesi, kurang lebih 40 peserta mengikuti ujian yang dibagi ke dalam dua laboratorium komputer. Pembagian ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan berjalan tertib, lancar, serta sesuai dengan standar pelaksanaan tes berbasis komputer.

Pada hari pertama, Rabu (25/2), peserta mengikuti simulasi mata pelajaran Matematika (Numerasi). Para siswa tampak serius dan fokus dalam mengerjakan soal-soal yang menguji kemampuan berpikir logis, analitis, serta pemahaman konsep numerasi.

Sementara itu, pada hari kedua, Kamis (26/2), simulasi dilanjutkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia (Literasi). Pada sesi ini, siswa diuji kemampuan memahami teks, menganalisis informasi, serta menarik kesimpulan dari berbagai bacaan yang disajikan.

Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai sistem dan mekanisme pelaksanaan TKA yang sesungguhnya. Selain itu, simulasi juga menjadi sarana evaluasi kesiapan teknis baik dari sisi peserta maupun sarana prasarana madrasah.

Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh siswa kelas 9 MTsN 2 Ngawi semakin siap dan percaya diri dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik yang akan datang, serta mampu memperoleh hasil yang maksimal.

Jumat, 27 Februari 2026

KULTUM RAMADHAN #3 Menjaga Niat Hanya Untuk Allah

ASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLOHI WABAROKATUH

Sahabat Maestro Yang Dirahmati Allah Beruntung sekali kita masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan bulan yang agung yaitu bulan Ramadlan. Bulan yang di dalamnya terdapat, rahmat, maghfirah, dan ‘itqun minannar. Oleh karena itu, mari kita laksanakan amal ibadah sebaik mungkin karena kita tidak pernah tahu jangan-jangan ini adalah Ramadlan terakhir dalam riwayat kehidupan kita.

Sahabat Maestro Yang Dirahmati Allah Berkaitan dengan bulan Ramadlan, allah berfirman dalam al-quran surat albaqarah ayat 183 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Sahabat Maestro Yang Dirahmati Allah Apabila tiba bulan ramadlan, maka seluruh kaum muslimin yang sudah memenuhi syarat wajib puasa harus bersedia menjalankannya. Lantas pertanyaannya “Buat apa kita harus menjalankan puasa? Maka jawaban yang paling tepat bukan “karena ini ini, agar bisa apa-apa, bukan… kenapa puasa ? jawabnya “karena ini perintah Allah” Memang banyak sekali kita temukan pernyataan, testimoni atau bahkan riset yang menunjukkan manfaat/hikmah menjalankan puasa ramadlan. Baik manfaat fisik, spiritual, sosial, bahkan manfaat ekonomi. Tapi ingat itu hanyalah sebagian kecil dari dampak positif duniawiah saja dan tentunya setiap orang akan mendapati manfaat yang berbeda-beda. Oleh karena itu sahabat maestro yang berbahagia mari menjaga niat puasa kita hanya semata karena Allah. Jangan sampai kita batasi puasa kita hanya untuk manfaat-manfaat kecil yang bersifat duaniawiah. Karena nanti yang kita dapat ya hanya sebatas apa yang kita niatkan itupun tergantung pada diri kita juga.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

Akhirnya marilah kita memohon kepada Alloh agar senantiasa diberi pertolongan untuk bisa memperbaiki amal ibadah kita dan selalu dibimbing untuk menjadi hamba yang pandai mensyukuri nikmat dan karunia yang sudah Allah berikan. WASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLOHI WABAROKATUH

Keputrian #10 : Keutamaan 10 Hari Pertama Puasa

Ngawi, 27 Februari 2026 – Kegiatan keputrian di MTsN 2 Ngawi kembali dilaksanakan secara rutin pada hari Jumat. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswi ini menjadi wadah pembinaan karakter dan penguatan pemahaman keislaman khususnya bagi peserta didik putri.

Pada kesempatan kali ini, materi keputrian disampaikan oleh Ibu Yani Sudarsih, S.Pd.I dengan mengangkat tema “10 Hari Pertama Puasa”. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan tentang keutamaan dan makna sepuluh hari pertama di bulan Ramadan sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT.

Ibu Yani menekankan bahwa 10 hari pertama puasa merupakan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki akhlak. Beliau juga mengajak para siswi untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang tertib dan penuh antusiasme. Para siswi aktif menyimak materi dan beberapa di antaranya turut mengajukan pertanyaan seputar amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadan.

Melalui kegiatan keputrian rutin setiap hari Jumat ini, MTsN 2 Ngawi berharap para siswi tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyambut dan menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H dengan penuh keberkahan.

```

Minggu, 22 Februari 2026

KULTUM RAMADHAN #2 Meraih Keberkahan dan Ketaqwaan bersama Ramadhan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Taufi dan hidayahNya kepada kita, seperti diberikan nikmat iman, Islam, dan kesempatan sehingga kita dapat kembali berjumpa dengan bulan yang sangat mulia, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman sehingga mendapatkan syafaat dari beliau mulai di dunia ini sampai diakhirat nanti. Amiin…… Ya Robbal Alamiin

Sahabat Maestro yang dirahmati Allah, Alhamdulillah atas rahmat ALLAH SWT, saya akan menyampaikan tema kultum hari ini adalah Meraih Keberkahan dan Ketaqwaan bersama Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nantikan oleh kaum muslimin. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Pada bulan inilah Allah SWT membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

:قَالَ رَسُولُ هاللَِّ ﷺ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِ حَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِ قَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِ دَتِ الشَّيَاطِينُ )رواه البخاري ومسلم(

Pada bulan Ramadhan Allah SWT berikan kepada kita kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya, memberikan motifasi kepada kita agar berusaha untuk senantiasa mengerjakan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan berusaha untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang di larang-Nya. Seperti berpuasa di bulan Ramadhan termasuk amal yang diperintahkan oleh Allah Swt. Puasa artinya perbuatan menahan diri dari lapar dan dahaga serta hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat tertentu.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Dari ayat ini kita dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk pribadi yang bertaqwa, yaitu pribadi yang senantiasa taat kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Sahabat Maestro yang di Rahmati Allah Taqwa bukan hanya terlihat ketika kita beribadah di masjid, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Puasa mengajarkan kita untuk bersabar, jujur, dan mampu mengendalikan hawa nafsu. Ketika kita mampu menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal, seperti makan dan minum, maka seharusnya kita lebih mampu menahan diri dari perbuatan yang haram, seperti berkata kasar, berbohong, dan menyakiti orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari lapar dan dahaga.”

Hadis ini mengingatkan kita bahwa puasa harus berdampak pada akhlak kita. Puasa yang berkah adalah puasa yang menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Keberkahan Ramadhan juga dapat kita raih dengan memperbanyak amal kebaikan. Setiap amal shalih di bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Membaca Al-Qur’an, shalat malam, bersedekah, serta memperbanyak dzikir dan doa adalah amalan-amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin bertambah di bulan Ramadhan. Hal ini mengajarkan kepada kita untuk lebih peduli kepada sesama, pada bulan Ramadhan ini terutama kepada fakir miskin, sanak kerabat dan mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Selain itu, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan antar sesama. Mari kita jaga lisan, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi. Jangan sampai puasa kita rusak hanya karena amarah, iri hati, dan permusuhan.

Sahabat Maestro yang berbahagia, Jika kita mampu memanfaatkan di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, maka insyaAllah kita akan keluar dari bulan ini sebagai pribadi yang lebih bertaqwa, lebih sabar, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan perubahan dalam diri kita. Sebagai penutup, marilah kita berdoa kepada Allah SWT:

Ya Allah sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan, terimalah puasa dan ibadah kami, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaqwa.

Sekian ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 17 Februari 2026

KULTUM RAMADHAN #1 Menyambut Ramadhan dengan Saling Memaafkan

Kultum Ramadhan #1 by: Ustadz Drs.Danu Wibowo

Menyambut Ramadhan dengan saling memaafkan adalah tradisi mulia untuk membersihkan hati dan jiwa dari dendam, sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan hati tenang dan tulus. Memaafkan sesama, di samping bertaubat kepada Allah, menjadi refleksi diri dan meningkatkan kualitas hubungan sosial, menciptakan harmoni untuk meraih keberkahan Ramadhan.

Makna dan Manfaat Saling Memaafkan Jelang Ramadhan:
  • 1. Penyucian Jiwa: Memasuki bulan suci dengan hati yang bersih, tanpa dendam, memudahkan diri untuk fokus beribadah dan meraih ampunan Allah.
  • 2. Refleksi Diri: Saling memaafkan menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan manusia (hablun minannas) yang mungkin renggang akibat kesalahpahaman.
  • 3. Penyempurna Iman: Memaafkan adalah ciri orang bertakwa (QS. Ali Imran: 134) dan merupakan ajaran Islam yang ditekankan untuk menciptakan kedamaian.
  • Ciri-Ciri Orang Bertakwa menurut Ayat Ini :

  • a. Gemar Berinfak: Tetap bersedekah dalam segala kondisi, baik saat rezeki sedang melimpah (lapang) maupun saat sedang sulit (sempit).
  • b. Menahan Amarah: Mampu mengendalikan emosi dan tidak memperturutkan kemarahan meskipun memiliki kesempatan untuk membalas.
  • c. Pemaaf: Tidak sekadar menahan marah, tetapi juga berlapang dada menghapuskan kesalahan orang lain tanpa menyimpan dendam.
  • d. Ihsan (Berbuat Baik): Allah menegaskan bahwa mereka yang memiliki sifat-sifat di atas termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik, dan Allah sangat mencintai mereka.
  • 4. Menciptakan Harmoni: Saling bermaafan sebelum berpuasa memperkuat tali persaudaraan dan menciptakan lingkungan sosial yang kondusif.
  • Sahabat maestro yang dirahmati Allah Meminta maaf atas kesalahan adalah amalan mulia yang dianjurkan dilakukan sesegera mungkin kapan pun kita merasa bersalah. Namun kadang ego, Status sosial, kesempatan, dan hal lain menjadi penghalang bagi orang yang berbuat salah untuk minta maaf, dan bagi orang yang disalahi ikhlas memberikan maaf. Ramadlan adalah bulan suci, di dalamnya terdapat perintah menjalankan Puasa dan amal ibadah lainnya. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita mulai dengan hati yang bersih, saling memaafkan, hilangkan dendam dan permusuhan sehingga kita dapat fokus meningkatkan kualitas amal ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

    Minggu, 08 Februari 2026

    Keputrian #9: Tips Mengelola Keuangan Ala Anak Sekolah

    MTsN 2 Ngawi kembali melaksanakan kegiatan keputrian rutin yang diselenggarakan setiap hari Jumat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Abu Bakar dan diikuti oleh seluruh siswi MTsN 2 Ngawi dengan penuh antusias.

    Pada kesempatan kali ini, kegiatan keputrian menghadirkan pemateri Ibu Reni Nurlihidayanti, S.Pd. dengan judul materi “Tips Mengelola Keuangan Ala Anak Sekolah.” Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswi tentang pentingnya mengelola keuangan sejak usia sekolah agar terbiasa hidup hemat dan bijak dalam menggunakan uang.

    Dalam penyampaiannya, Ibu Reni menjelaskan beberapa tips sederhana namun sangat bermanfaat yang dapat diterapkan oleh para siswi dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tips mengelola keuangan yang disampaikan antara lain:

    1. Sisihkan uang di awal sebelum digunakan untuk keperluan lain.
    2. Membawa bekal dari rumah sebagai bentuk penghematan sekaligus ucapan terima kasih kepada orang tua yang telah memasak.
    3. Mencatat setiap pengeluaran harian agar dapat mengetahui penggunaan uang.
    4. Mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
    5. Menetapkan tujuan menabung agar lebih termotivasi.
    6. Memanfaatkan celengan sebagai sarana menabung yang sederhana.

    Melalui kegiatan keputrian ini, diharapkan para siswi MTsN 2 Ngawi dapat menerapkan kebiasaan mengelola keuangan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap penggunaan uang saku mereka.

    Kamis, 29 Januari 2026

    Keputrian #8: Mengangkat Martabat Perempuan di Era Akhir Zaman

    Jumat, 30 Januari 2026 | Aula Abu Bakar MTsN 2 Ngawi

    MTsN 2 Ngawi melaksanakan kegiatan keputrian pada Jumat, 30 Januari 2026, yang diikuti oleh seluruh siswi kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Abu Bakar MTsN 2 Ngawi dan berlangsung dengan tertib serta penuh khidmat.

    Kegiatan keputrian dilaksanakan secara bersamaan dengan pelaksanaan ibadah sholat Jumat yang diikuti oleh siswa putra. Hal ini bertujuan agar seluruh peserta didik tetap mendapatkan pembinaan keagamaan sesuai dengan peran dan kebutuhannya masing-masing.

    Pada kesempatan tersebut, pihak madrasah menghadirkan Ibu Warsiyem, S.Pd. sebagai pembicara. Beliau menyampaikan materi dengan tema “Martabat Perempuan di Era Akhir Zaman”. Dalam pemaparannya, Ibu Warsiyem menjelaskan pentingnya menjaga kehormatan, akhlak, dan jati diri perempuan Muslim di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

    Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para siswi dapat lebih memahami peran strategis perempuan sebagai generasi penerus bangsa. Para peserta terlihat antusias dan menyimak materi dengan penuh perhatian.

    Melalui kegiatan keputrian ini, diharapkan para siswi MTsN 2 Ngawi mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga martabat diri, memperkuat iman dan akhlak, serta mampu menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlakul karimah di era akhir zaman.

    Minggu, 11 Januari 2026

    Keputrian #7 : Mari Hidupkan Bulan Rajab!

    Ngawi, Jumat, 9 Januari 2026

    MTsN 2 Ngawi menggelar kegiatan keputrian pada Jumat, 9 Januari 2026, yang bertempat di Aula Abu Bakar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswi dan berlangsung dengan khidmat serta penuh antusias.

    Pada kesempatan tersebut, Dra. Hj. Anis Suwatul Muti'ah hadir sebagai pembicara utama. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para siswi untuk menghidupkan bulan Rajab dengan memperbanyak amal kebaikan sebagai bentuk persiapan spiritual menuju bulan-bulan mulia berikutnya.

    Beberapa amalan kebaikan yang disampaikan antara lain adalah memperbanyak sedekah sesuai dengan kemampuan masing-masing, melawan hawa nafsu yang merupakan bagian dari jihad, menjalankan perintah Allah SWT, serta menjauhi segala larangan-Nya. Selain itu, Dra. Hj. Anis Suwatul Muti'ah juga menekankan pentingnya membiasakan diri melakukan kebaikan-kebaikan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

    Beliau juga mengingatkan pesan Al-Qur'an bahwa barang siapa yang berbuat kebaikan walau sebesar biji dzarrah, maka Allah SWT akan memberikan balasan yang setimpal. Begitu pula sebaliknya, setiap perbuatan buruk sekecil apa pun juga akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

    Setelah penyampaian materi keputrian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah. Shalat tersebut diimami langsung oleh Dra. Hj. Anis Suwatul Muti'ah dan diikuti dengan tertib oleh seluruh peserta.

    Dengan adanya kegiatan keputrian ini, diharapkan para siswi MTsN 2 Ngawi dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghidupkan bulan Rajab.