Assalamu alaikum, Wr, Wb
Sahabat Maestro TV yang dirahmati Allah SWT Di dalam kehidupan kita di dunia ini, ada sosok Manusia yang mempunyai peran sangat penting dan begitu dekat dengan kehidupan kita. Allah SWT telah berfirman dalam Surat Al Isro’ ayat : 23 :
Pertama, Perintah untuk selalu beribadah hanya kepada Allah, Kedua perintah untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua. Allah setelah itu orang tua. Begitu tinggi kedudukan kedua Orang tua, sampai dirangkaikan bersamaan perintah hanya menyembah kepada Allah SWT. Lalu Orang tua adalah Bapak dan Ibu. Keduanya mempunyai peranan yang sangat besar, sejak lahirnya kita ke Alam dunia ini, sampai kita meningkat menjadi anak2, Remaja, Dewasa, Bapak misalnya kita lihat, sibuk mencari nafkah, ia pergi pagi pulang sore, peras keringat, Banting tulang, karena kita adalah harapan mereka agar anaknya kelak hidup lebih baik dari ia sekarang ini. Seolah2 ia berkata ayahmu nak, biarlah kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, asal kau kelak jadi orang. Yang kadang-kadang setelah kita ini jadi orang, sering lupa laksana kacang lupa akan kulitnya. Sehingga boleh jadi orang lalu berkata kalua orang tua kaya, anak jadi Raja, kalua Anak kaya, orang tua sering jadi budak. Hal seperti inilah yang tidak sesuai dengan perintah Allah
Sahabat Maestro TV yang dirahmati Allah SWT Apalagi Seorang Ibu, dialah yang lebih banyak menemani kita. Pantas kalua disuatu saat Nabi di tanya orang : Ya Rosul, Siapa sih yang harus paling saya taati didunia ini ? Ibumu, ditanya yang kedua jawabnnya sama Ibumu, lanjut pertanyaan yg ketiga yang sama, jawabannya juga sama Ibumu. Setelah itu, siapa Ya rasul ? Bapakmu.Ibu, Ibu, Ibu baru Bapak. Tiga berbanding Satu. Kenapa harus begitu, kita lihat seorang ibu, sejak proses kehamilannya istilah Al-qur’an :
Dari uraian ini, apa sih sebenarnya kewajiban seorang anak kepada kedua orang tua, dengan kata lain, Bagaimana cara kita berbakti kepada kedua orang tua. Ada beberapa cara kita berbakti kepada kedua orang tua. Didalam al-qur’an disebutkan :
1. Berbicara yang baik kepada Kedua Orang Tua
2. Rendah hati Berbakti selanjutnya dapat kita lakukan dengan cara rendah hati di hadapan orang tua. Allah berfirman dalam Q.S Al-Isra’ ayat 24:
3. Senantiasa mendoakan kedua orang tua Cara berbakti selanjutnya adalah mendoakan orang tua. Hal ini terdapat dalam lanjutan surat al-Isra’ ayat 24, Allah berfirman:
4. Merawat Orang Tua Di antara cara berbakti kepada kedua orang tua dalam hadits, disebutkan bahwa merawat orang tua adalah salah satu bentuk jihad. Artinya: “Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw lalu meminta izin untuk berjihad. Rasulullah saw bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ ‘Masih,’ jawabnya. Rasulullah saw mengatakan, ‘Pada (perawatan) keduanya, berjihadlah,’” (HR. Bukhari, An-Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)
5. Senantiasa membahagiakan orang tua Orang tua telah membesarkan anaknya, dari bayi hingga ia dewasa. Tak ternilai kasih sayang dan pengorbanan mereka bagi anak-anaknya. Sudah seharusnya, sebagai anak, kita membahagiakan orang tua kita.
Sahabat Maestro TV yang dirahmati Allah SWT Apa Hikmah yang kita dapatkan ketika kita menjadi anak yang Berbakti kepada Orang Tua:
- Mendapat Ridha Allah SWT
- Menjadi Jalan Menuju Surga
- Menjadi Sumber Keberkahan Hidup
- Bentuk Syukur atas Jasa Mereka
- Meningkatkan Kualitas Iman dan Akhlak
Sahabat Maestro TV yang berbahagia. Marilah, kita Manfaatkan Moment dan kesempatan yang berharga di bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan ibadah, dzikir, dan doa di malam-malam terakhir Ramadhan dengan harapan kita mendapatkan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan petunjuk untuk senantiasa Istiqomah menjalankan Ibadah dibulan Suci Ramadlan yang penuh berkah ini. Terima kasih atas perhatian dan Kebersamaan sahabat Maestro dimanapun anda berada. Mohon maaf atas semua kekhilafan, semoga Allah SWT memberikan hidayah dan ampunan-Nya kepada kita semua. Aqulu qauli hadza wa astaghfirallahi li walakum, fastaghfiruhu innahu huwal ghafur rahim. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 comments:
Posting Komentar