Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Taufi dan hidayahNya kepada kita, seperti diberikan nikmat iman, Islam, dan kesempatan sehingga kita dapat kembali berjumpa dengan bulan yang sangat mulia, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman sehingga mendapatkan syafaat dari beliau mulai di dunia ini sampai diakhirat nanti. Amiin…… Ya Robbal Alamiin
Sahabat Maestro yang dirahmati Allah,
Alhamdulillah atas rahmat ALLAH SWT, saya akan menyampaikan tema kultum hari ini adalah Meraih Keberkahan dan Ketaqwaan bersama Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nantikan oleh kaum muslimin. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Pada bulan inilah Allah SWT membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
:قَالَ رَسُولُ هاللَِّ ﷺ
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِ حَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِ قَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِ دَتِ الشَّيَاطِينُ
)رواه البخاري ومسلم(
Pada bulan Ramadhan Allah SWT berikan kepada kita kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya, memberikan motifasi kepada kita agar berusaha untuk senantiasa mengerjakan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan berusaha untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang di larang-Nya. Seperti berpuasa di bulan Ramadhan termasuk amal yang diperintahkan oleh Allah Swt. Puasa artinya perbuatan menahan diri dari lapar dan dahaga serta hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat tertentu.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Dari ayat ini kita dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk pribadi yang bertaqwa, yaitu pribadi yang senantiasa taat kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Sahabat Maestro yang di Rahmati Allah
Taqwa bukan hanya terlihat ketika kita beribadah di masjid, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Puasa mengajarkan kita untuk bersabar, jujur, dan mampu mengendalikan hawa nafsu. Ketika kita mampu menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal, seperti makan dan minum, maka seharusnya kita lebih mampu menahan diri dari perbuatan yang haram, seperti berkata kasar, berbohong, dan menyakiti orang lain.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari lapar dan dahaga.”
Hadis ini mengingatkan kita bahwa puasa harus berdampak pada akhlak kita. Puasa yang berkah adalah puasa yang menjadikan kita pribadi yang lebih baik.
Keberkahan Ramadhan juga dapat kita raih dengan memperbanyak amal kebaikan. Setiap amal shalih di bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Membaca Al-Qur’an, shalat malam, bersedekah, serta memperbanyak dzikir dan doa adalah amalan-amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin bertambah di bulan Ramadhan. Hal ini mengajarkan kepada kita untuk lebih peduli kepada sesama, pada bulan Ramadhan ini terutama kepada fakir miskin, sanak kerabat dan mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.
Selain itu, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan antar sesama. Mari kita jaga lisan, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi. Jangan sampai puasa kita rusak hanya karena amarah, iri hati, dan permusuhan.

Sahabat Maestro yang berbahagia,
Jika kita mampu memanfaatkan di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, maka insyaAllah kita akan keluar dari bulan ini sebagai pribadi yang lebih bertaqwa, lebih sabar, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan perubahan dalam diri kita.
Sebagai penutup, marilah kita berdoa kepada Allah SWT:
Ya Allah sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan, terimalah puasa dan ibadah kami, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaqwa.
Sekian ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.