MTsN 2 Ngawi Raih Juara 1 Lomba Film Pendek

Ngawi — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTsN 2 Ngawi. Madrasah yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, tersebut berhasil meraih Juara 1 Lomba Film Pendek Jenjang SMP/MTs Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ngawi.

Prestasi tersebut diraih melalui sebuah film pendek berjudul “TOA”, sebuah karya yang mengangkat isu toleransi sosial antarumat beragama serta pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati, memahami, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Film berbahasa jawa TOA ini disutradarai oleh Bapak Agus Fathul Hasan, S.Pd.I. Karya tersebut melibatkan tiga murid terbaik MTsN 2 Ngawi sebagai pemeran utama, yaitu Septian Viko Rusdianto dari kelas 8B yang berperan sebagai Alif, Faiz Akif Nugroho dari kelas 9G sebagai Ragil, serta Leonel Riski Fahad dari kelas 9D sebagai Reno.

Mengangkat Persoalan Toleransi dan Kehidupan Sosial

Film TOA bercerita tentang kehidupan sebuah mushola yang berada di ujung desa. Mushola tersebut hanya memiliki jamaah sekitar delapan orang yang berasal dari tiga keluarga di sekitar lingkungan mushola.

Konflik dalam film bermula dari perubahan kebiasaan aktivitas mushola setelah hadirnya seorang imam muda yang merupakan menantu seorang kiai sepuh. Sang imam muda merupakan lulusan pesantren ternama dan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan serta menyebarluaskan kegiatan keagamaan.

Salah satu kebiasaan yang menjadi sorotan adalah penggunaan pengeras suara atau TOA mushola. Setiap 30 menit sebelum waktu salat tiba, pengeras suara secara otomatis memutar lantunan murotal. Suaranya menggema ke lingkungan sekitar karena perangkat pengeras suara dipasang pada menara besi setinggi sekitar 12 meter dan dilengkapi empat buah TOA yang mengarah ke empat penjuru mata angin.

Aktivitas keagamaan di mushola tersebut juga semakin intensif. Setiap selepas salat Magrib dan Subuh, sang imam muda rutin menggelar kajian kitab. Meskipun terkadang hanya diikuti oleh tiga hingga lima jamaah, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan secara konsisten.

Selain itu, setiap malam Jumat selepas salat Isya digelar pembacaan maulid yang dilanjutkan dengan zikir bersama hingga tengah malam. Berbagai kegiatan tersebut selalu menggunakan pengeras suara dengan volume yang cukup keras dengan tujuan agar warga sekitar tergugah untuk turut aktif berjamaah.

Sang imam muda berpandangan bahwa syiar Islam harus terus dikumandangkan. Namun, perubahan pola kegiatan mushola tersebut secara perlahan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian warga merasa terganggu dengan suara pengeras suara yang terlalu keras. Bahkan, beberapa warga yang sebelumnya rajin berjamaah di mushola memilih melaksanakan salat di rumah setelah imam muda tersebut memimpin berbagai aktivitas keagamaan.

Pesan Toleransi yang Kuat

Melalui konflik sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat tersebut, film TOA berusaha menyampaikan pesan bahwa semangat menjalankan agama perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Film ini tidak sekadar mempertentangkan aktivitas keagamaan dengan kepentingan masyarakat, tetapi mengajak penonton untuk melihat persoalan secara lebih luas. Kebebasan menjalankan ibadah dan menyampaikan syiar keagamaan merupakan bagian penting dalam kehidupan beragama, namun pada saat yang sama perlu memperhatikan kenyamanan, kondisi, serta hak masyarakat lain yang hidup berdampingan.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan semangat yang diusung FKUB Kabupaten Ngawi, yakni membangun kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman kehidupan masyarakat. Melalui bahasa film yang sederhana dan dekat dengan keseharian, TOA mengajak penonton untuk mengedepankan sikap saling menghargai dan mencari jalan tengah dalam menghadapi perbedaan.

Kolaborasi Tim MTsN 2 Ngawi

Keberhasilan meraih Juara 1 tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim produksi. Selain Bapak Agus Fathul Hasan, S.Pd.I selaku sutradara, produksi film TOA juga melibatkan sejumlah unsur penting dari MTsN 2 Ngawi.

Drs. Danu Wibowo bertindak sebagai produser. Sementara itu, Bapak Aang Ferry N., S.Pd. dipercaya sebagai ketua tim. Pengarahan dialog dilakukan oleh Ibu Reni Nurlihidayanti, S.Pd., sedangkan proses pengambilan gambar dan penyuntingan dikerjakan oleh Tim Broadcasting MTsN 2 Ngawi.

Kolaborasi antara guru dan murid tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam menghasilkan karya film yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga mengandung pesan pendidikan dan sosial yang kuat.

Bangga atas Kreativitas dan Prestasi Murid

Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya memberikan ruang bagi murid untuk berkembang dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mendorong kreativitas, seni, literasi, teknologi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Keterlibatan Septian Viko Rusdianto, Faiz Akif Nugroho, dan Leonel Riski Fahad sebagai pemeran utama menunjukkan keberanian dan kreativitas murid MTsN 2 Ngawi dalam mengekspresikan gagasan melalui media film. Sementara itu, keterlibatan para guru dan Tim Broadcasting memberikan pengalaman nyata kepada para murid mengenai proses produksi sebuah karya audiovisual.

Raihan Juara 1 Lomba Film Pendek Jenjang SMP/MTs Tahun 2026 FKUB Kabupaten Ngawi sekaligus menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MTsN 2 Ngawi. Prestasi tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi murid untuk berani berkarya, menyampaikan gagasan positif, serta menjadikan kreativitas sebagai sarana untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan kerukunan.

Melalui film TOA, MTsN 2 Ngawi membuktikan bahwa sebuah karya sederhana dapat menjadi media yang kuat untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya hidup berdampingan secara harmonis. Di tengah keberagaman masyarakat, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan sikap nyata untuk saling menghormati, memahami, dan menjaga kerukunan.

film bisa disaksikan pada link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=BRNMrvPdoy8

Selamat kepada seluruh tim film TOA MTsN 2 Ngawi atas prestasi Juara 1. Terus Belajar, Terus Berprestasi, Terus berkarya, terus menginspirasi, dan terus menebarkan pesan kerukunan melalui kreativitas.