Ngawi, 10 Agustus 2026 — MTsN 2 Ngawi kembali melaksanakan upacara bendera rutin hari Senin pada Senin (10/8/2026). Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh seluruh warga madrasah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Stela Nofraengga, S.Pd. menyampaikan amanat yang mengajak seluruh peserta didik untuk bersama-sama menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
```Dalam amanatnya, Ibu Stela menekankan bahwa setiap warga madrasah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang positif. Menurutnya, perkataan yang disampaikan kepada orang lain harus dijaga karena kata-kata dapat memberikan dampak yang mendalam bagi perasaan seseorang.
Untuk memberikan gambaran yang mudah dipahami oleh peserta didik, Ibu Stela membawa selembar kertas putih kosong sebagai media analogi. Kertas tersebut menggambarkan hati seseorang yang masih bersih dan utuh.
Di hadapan peserta upacara, kertas putih tersebut kemudian diremas hingga menjadi kusut dan lecek. Analogi tersebut menggambarkan kondisi hati seseorang yang terluka akibat menerima kata-kata hinaan, ejekan, atau perlakuan bullying dari orang lain.
Setelah itu, kertas yang telah diremas tersebut dibuka dan dikembalikan seperti semula. Namun, meskipun sudah dibentangkan kembali, kondisi kertas tersebut tidak lagi sehalus dan serapi sebelumnya. Bekas remasan masih terlihat dengan jelas.
Melalui analogi sederhana tersebut, Ibu Stela mengajak seluruh peserta didik untuk memahami bahwa luka akibat perkataan atau tindakan bullying mungkin dapat dimaafkan, tetapi bekasnya dapat tetap membekas dalam hati seseorang.
"Jangan sampai kata-kata yang kita ucapkan menjadi luka bagi orang lain. Mari kita bersama-sama menciptakan madrasah yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari bullying."
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh warga MTsN 2 Ngawi agar membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani menghentikan segala bentuk perundungan di lingkungan madrasah.
```Menjadi Madrasah yang Aman dan Berkarakter
```Rangkaian kegiatan dalam upacara rutin Senin tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar MTsN 2 Ngawi. Pesan tentang bahaya bullying sekaligus pelepasan peserta kegiatan kepramukaan menunjukkan komitmen madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
Melalui semangat madrasah yang aman, nyaman, dan bebas bullying, seluruh warga MTsN 2 Ngawi diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang penuh rasa hormat, kepedulian, persahabatan, dan saling mendukung. Setiap peserta didik berhak belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut maupun tekanan dari lingkungan sekitarnya.
Upacara Senin pun ditutup dengan semangat bersama untuk terus menjaga nama baik madrasah serta memberikan dukungan kepada para peserta didik yang akan membawa nama MTsN 2 Ngawi dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat kecamatan maupun nasional.
```