Upacara yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 WIB ini menjadi penutup rangkaian kegiatan perkemahan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Dengan seragam atraktif dan koreografi yang presisi, belasan personel Drumband Maestro Gema Nada sukses menyedot perhatian seluruh jajaran pimpinan Kwarrran, pembina, peserta pramuka penggalang dan penegak, serta warga masyarakat Desa Paras yang memadati pinggir lapangan.
Memimpin barisan dengan penuh percaya diri, tim Drumband Maestro Gema Nada membawakan deretan lagu wajib nasional dengan aransemen yang dinamis. Hentakan drum yang mantap dan lantunan melodi terompet tidak hanya mengiringi jalannya upacara penutupan , namun juga membakar aura semangat patriotisme di puncak peringatan HUT Pramuka tahun ini.
Kepala MTsN 2 Ngawi menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas kerja keras dan kedisiplinan para siswa yang tergabung dalam Drumband Maestro Gema Nada. "Didaulat untuk mengiringi momentum nasional seperti puncak Hari Pramuka ke-65 merupakan kehormatan sekaligus wujud nyata apresiasi masyarakat terhadap bakat anak-anak kami. Kerja keras latihan intensif mereka terbayar tuntas hari ini," terangnya di lokasi perkemahan.
Usai penyerahan piala penghargaan kepada para pemenang lomba perkemahan dan penanggalan tanda peserta secara resmi, tim Drumband Maestro Gema Nada memberikan pertunjukan penutup (*display performance*) yang disambut riuh tepuk tangan dan sorak kagum dari seluruh peserta. Penampilan menggelegar ini secara resmi mengunci rangkaian kesuksesan Perkemahan HUT ke-65 Pramuka di Kecamatan Pangkur.
