Keputrian #14 “Seni Mencintai Diri Sendiri Tanpa Tapi"

Ngawi, 21 Agustus 2026 — Kegiatan Keputrian MTsN 2 Ngawi kembali digelar hari ini dengan menghadirkan materi yang dekat dengan kehidupan dan perkembangan diri para peserta didik. Mengusung tema “Seni Mencintai Diri Sendiri Tanpa Tapi”, kegiatan kali ini menghadirkan Ibu Stelanika Nofraengga, S.Pd. sebagai pembicara.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh perhatian. Para peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias, terutama ketika pembicara mengajak mereka untuk memahami pentingnya menghargai, menerima, dan mencintai diri sendiri sebagai bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih baik.

Menariknya, kegiatan diawali dengan sebuah refleksi sederhana. Ibu Stelanika meminta seluruh audience untuk meletakkan tangan di dada sebelah kiri dan merasakan detak jantung masing-masing. Ajakan tersebut menjadi pembuka yang sederhana, tetapi sarat makna.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak menyadari bahwa setiap manusia memiliki kehidupan yang berharga. Detak jantung yang terus bekerja menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk bersyukur, mengenali dirinya sendiri, serta memberikan penghargaan terhadap keberadaan dan proses kehidupan yang sedang dijalani.

Dalam tausiyahnya, Ibu Stelanika mengajak para peserta didik untuk belajar mencintai diri sendiri tanpa menetapkan berbagai syarat. Mencintai diri bukan berarti menjadi pribadi yang egois, melainkan mampu menerima diri dengan segala kelebihan dan kekurangan, kemudian terus berusaha memperbaiki diri.

Peserta juga diarahkan untuk tidak mudah membandingkan dirinya dengan orang lain. Setiap individu memiliki perjalanan, kemampuan, kelebihan, dan tantangan yang berbeda. Karena itu, mengenali potensi diri dan memberikan apresiasi terhadap setiap proses yang telah dilalui merupakan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan diri.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi peserta didik di tengah berbagai tuntutan dan dinamika kehidupan remaja. Mereka diajak untuk tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk merendahkan diri sendiri, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari proses belajar dan bertumbuh.

“Seni mencintai diri sendiri tanpa tapi” pada akhirnya bukan sekadar tentang menerima diri apa adanya, tetapi juga tentang memiliki keberanian untuk menjaga diri, menghargai diri, mengenali potensi, serta terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Setelah sesi tausiyah selesai, kegiatan Keputrian dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah. Salat berjamaah dilaksanakan dengan khidmat dan diimami oleh Ibu Janatun, S.Sos.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penutup yang selaras dengan pesan utama Keputrian. Setelah diajak mengenali dan menghargai diri sendiri, para peserta didik kembali diingatkan bahwa kecintaan terhadap diri juga perlu diwujudkan melalui upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan Keputrian ini, MTsN 2 Ngawi terus berupaya memberikan ruang pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kematangan diri, dan penguatan nilai-nilai spiritual peserta didik.

Diharapkan, pesan “Seni Mencintai Diri Sendiri Tanpa Tapi” dapat menjadi bekal bagi para peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu menghargai diri dan orang lain, serta senantiasa bersyukur atas setiap nikmat dan proses kehidupan yang dijalaninya.