
NGAWI — Langkah progresif diambil oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Ngawi dalam menyambut tahun ajaran baru. Madrasah ini resmi menerapkan sistem digitalisasi penulisan jurnal mengajar bagi seluruh guru. Kebijakan ini diambil untuk meninggalkan pencatatan berbasis kertas (paperless) menuju manajemen administrasi yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Sistem baru ini memungkinkan guru untuk langsung mengisi laporan kegiatan belajar mengajar (KBM), absensi siswa, hingga capaian materi secara real-time sesaat setelah jam pelajaran usai. Perangkat digital seperti tablet atau komputer kini menjadi media utama pengisian jurnal tersebut.
Kepala MTsN 2 Ngawi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi kerja guru. Dengan sistem digital, pihak manajemen madrasah dan tim kurikulum dapat memantau ketercapaian kurikulum di setiap jenjang kelas secara langsung tanpa harus menunggu rekapitulasi bulanan.
"Digitalisasi jurnal mengajar ini memotong birokrasi administrasi yang selama ini menyita waktu para guru. Sekarang, fokus guru bisa lebih maksimal pada kualitas pengajaran di kelas, sementara evaluasi pemantauan KBM bisa kami lakukan secara instan melalui sistem," ujarnya.
Respon positif juga datang dari para tenaga pendidik. Penerapan teknologi ini dinilai sangat membantu dalam mendokumentasikan rekam jejak mengajar secara rapi dan aman. Risiko kehilangan data atau kerusakan fisik buku jurnal konvensional kini dapat diminimalisasi karena seluruh data langsung tersimpan di dalam server sekolah.
Melalui inovasi ini, MTsN 2 Ngawi berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi guna menciptakan ekosistem pendidikan Islam yang modern, efektif, dan siap menghadapi tantangan zaman.