Ngawi, Selasa (28/7/2026) – MTsN 2 Ngawi terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop Pendidikan bertajuk "Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler" yang berlangsung di gedung baru MTsN 2 Ngawi.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pendidik MTsN 2 Ngawi yang berjumlah 32 orang, terdiri atas 20 Guru PNS, 10 Guru PPPK, dan 2 Guru Non ASN. Workshop menjadi momentum penting bagi seluruh guru untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyamakan persepsi dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini menjadi salah satu arah kebijakan Kementerian Agama dalam membangun pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.
Acara dibuka secara resmi oleh Drs.Danu Wibowo (Kepala Madrasah) dan dihadiri oleh Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Bapak Sokhif Mas'ud Wahyudi, M.Ag.Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif MTsN 2 Ngawi yang secara aktif mempersiapkan para guru menghadapi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Menurut beliau, perubahan kurikulum tidak hanya berkaitan dengan administrasi pembelajaran, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir dan budaya belajar di madrasah. Guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian, empati, serta membangun hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik.
Workshop menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Ibu Dr.Hj.Nanik Nurhayati, S.Ag., M.Pd., selaku Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (KASI PAIS) Kantor Kementerian Agama Kota Madiun. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif konsep dasar Kurikulum Berbasis Cinta beserta strategi implementasinya dalam seluruh aktivitas pendidikan di madrasah.
Narasumber menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang mengedepankan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, toleransi, serta penguatan karakter peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai pendidik yang mampu menjadi teladan, pembimbing, dan sahabat belajar bagi peserta didik.
Dalam sesi workshop, peserta memperoleh pemahaman mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada tiga ranah utama, yaitu:
- Intrakurikuler, melalui perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta, kepedulian, penghargaan terhadap keberagaman, serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
- Kokurikuler, melalui berbagai proyek, penguatan profil pelajar, kegiatan kolaboratif, pembiasaan positif, dan aktivitas pengembangan karakter yang mendukung proses pembelajaran di kelas.
- Ekstrakurikuler, sebagai wadah pengembangan bakat, minat, kepemimpinan, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan madrasah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Workshop dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta berbagi praktik baik yang telah diterapkan di berbagai madrasah. Para guru juga diberikan kesempatan untuk mendiskusikan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan MTsN 2 Ngawi.
Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan mampu menyusun perangkat pembelajaran yang lebih adaptif serta mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pendidikan, baik di dalam kelas maupun melalui berbagai kegiatan pengembangan karakter peserta didik.
Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari upaya MTsN 2 Ngawi dalam mewujudkan madrasah yang unggul, religius, berprestasi, dan berkarakter. Dengan penguatan kompetensi guru melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat dalam nilai-nilai spiritual.
Melalui sinergi antara seluruh pendidik, pengawas madrasah, serta dukungan dari Kementerian Agama, MTsN 2 Ngawi optimis mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
