Sukseskan Lebaran Yatim Kanwil Kemenag Jatim, MTsN 2 Ngawi Gelar Santunan secara Hybrid

MTsN 2 Ngawi Gelar Santunan Anak Yatim secara Hybrid - Sukseskan Program Kanwil Kemenag Jatim

Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Ngawi menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim piatu pada Kamis, 25 Juni 2026. Acara keagamaan dan sosial yang dimulai pukul 08.00 WIB ini digelar secara hybrid, memadukan penyerahan santunan langsung di madrasah dengan partisipasi aktif secara virtual.

Kegiatan ini merupakan respons langsung sekaligus bentuk pelaksanaan instruksi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur nomor 484/Kw.13.07/BA/06/2026. Kanwil Kemenag Jatim menginstruksikan seluruh jajaran di daerah, termasuk Kepala Madrasah Negeri, untuk menyukseskan agenda "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026" demi mewujudkan asta program prioritas pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat dan wakaf menyambut Muharram 1448 H.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala MTsN 2 Ngawi, Danu Wibowo, menerbitkan nota dinas untuk menghadirkan seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan beserta keluarga. Di lingkungan madrasah, mereka menggelar santunan bagi anak yatim piatu setempat, sekaligus bersama-sama menyimak jalannya acara pusat melalui Zoom Virtual Meeting.

Melalui layar virtual, Kakanwil menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menggerakkan potensi zakat dan wakaf sebagai pilar pemberdayaan ekonomi umat serta pelindung sosial bagi warga yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.

Merespons arahan tersebut, Kepala MTsN 2 Ngawi, Danu Wibowo, menyampaikan bahwa madrasah siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program wilayah ini.

"Kami berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program madrasah dengan instruksi dari Kanwil Kemenag Jatim. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin memastikan bahwa semangat kepedulian yang dicanangkan di tingkat provinsi dapat langsung dirasakan manfaatnya secara nyata oleh anak-anak yatim di sekitar lingkungan MTsN 2 Ngawi."
— Danu Wibowo, Kepala MTsN 2 Ngawi

Keterkaitan kedua agenda ini juga terlihat dari keseragaman para peserta yang hadir. Menyesuaikan dengan dresscode putih, para guru dan pegawai laki-laki MTsN 2 Ngawi tampak mengenakan baju koko putih. Sementara itu, jajaran guru perempuan memadukan nuansa putih tersebut dengan gamis hitam dan jilbab kembang khas akhirussanah madrasah.

Melalui integrasi kegiatan ini, sinergi antara kebijakan wilayah dan aksi nyata di tingkat madrasah diharapkan mampu memperluas keberkahan serta menghadirkan kebahagiaan yang mendalam bagi anak-anak yatim piatu.